Loading...

GARA-GARA DONALD TRUMP... Ilmuan AS Sebut Kiamat Maju 30 Detik

muwan AS geser waktu kiamat. ©2017 standard.co.uk

New York, RIAUAIR.COM - Sejak menduduki menempati Gedung Putih, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung menghapus semua kebijakan terkait pemanasan global, atau global warming. 
 
Namun, tindakan Trump tersebut dinilai sejumlah ilmuwan membuat dunia lebih dekat dengan hari kiamat.
 
Dilansir standard.co.uk, ulah Trump membuat para ilmuwan tersebut memajukan hari kiamat menjadi 30 detik, sehingga menjadi dua setengah menit jelang tengah malam, pada jam yang mereka sebut sebagai Jam Kiamat.
 
Meski bernama begitu, bukan berarti jam tersebut dapat meramalkan kiamat yang sebenarnya, tapi hanya sebagai simbol di mana dunia sedang mendekati hari akhir. Jam ini sendiri dibuat sejak 1947, ketika AS dan Rusia saling berlomba mengembangkan senjata nuklir.
 
Para ilmuwan tersebut beberapa kali memajukan hari kiamat beberapa detik lebih maju sejak 1953, ketika dua negara adidaya menguji coba bom hidrogen.
 
Kepala Buletin Ilmuwan Atom (BPA), Rachel Bronson memperingatkan dunia untuk tenang dibanding meningkatkan permusuhan yang bisa menyebabkan perang.
 
"Banyak komentar mengganggu tentang penggunaan dan proliferasi senjata nuklir yang dikatakan Donald Trump, sebagaimana dia menolak untuk percaya konsensus ilmiah atas perubahan iklim telah diubah oleh Trump dan kabinet yang ditunjuknya, mempengaruhi keputusan dewan, sebagaimana tumbuhnya lekikan nasionalisme di dunia," tulis BPA dalam laporannya.
 
Jam ini sendiri sudah mengalami 22 kali perubahan sejak diluncurkan pertama kali oleh ilmuwan AS. Kini, jarum jam menunjukkan tujuh menit jelang tengah malam. Keputusan untuk menggeser dilakukan setelah fisikawan dan ilmuwan lingkungan dari seluruh dunia berkonsultasi pada sponsor mereka, di mana terdapat 15 penerima Nobel.
 
"Meski dia (Trump) sudah menempati kantornya, pernyataan Presiden sudah berlebihan, minimnya keterbukaan pada para ahli, dan nominasi kabinet yang dipertanyakan telah membuat keamanan internasional menjadi lebih buruk." (R-01/Mdk)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]