DIANCAM PAK KADES PAKAI PARANG... Warga Rohul Ini Pilih Lapor Polisi

Print

Amerudin

Amerudin

Pasirpangaraian, RIAUAIR.COM - Amerudin R (46) warga Pasir Pandak Desa Kepenuhan Timur Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) korban dugaan pengancaman dan penganiayaan yang diduga dilakukan salah satu oknum Kades di Kecamatan Kepenuhan bernisial Az mengharapkan laporannya ditindak lanjutin pihak Polsek Kepenuhan.
 
Demikian disampaikannya kepada awak media melalui Wawancara Selasa, (3/01/2017) malam.
 
Selain itu Amerudin juga merasa kecewa pada pelayanan di Polsek Kepenuhan Resor Rokan Hulu (Rohul)-Riau, kekecewaan itu bukan  tidak ada sebab, yakni terkait uraian laporannya yang tercantum dalam STPL hanya Dugaan Tindak Pidana (TP) Penganiayaan.
 
"Yang saya laporkan dugaan Pengancaman dan Penganiayaan, sementara di STPL, hanya tertulis Penganiayaan," jelasnya.
 
Saat awak media ini tanyakan terkait kronologis, korban yang didampingi beberapa orang keluarganya menguraikan, berawal hari Jumat, 30 Desember 2016 Jam 16.00 wib, saat dirinya membantu penjual sate yang bernama Suman yang dijalankan adeknya Syaipul untuk membuatkan bangku untuk tempat duduk yang membeli Sate kepadanya, memang diakuinya bangku yang terbuat dari papan itu pas diatas parit pingggir jalan Lintas depan SDN 4 di desanya tersebut, yang mana sebelumnya penjual sate sudah minta Izin kepada penjaga atau pembersih Sekolah yang bernama Ide dan sudah diiakan.
 
Setelah itu, penjual sate Syaipul memintannya untuk memperbaiki bangku sekaligus bahan bangku mau disewakan oleh yang penjual sate kepadanya. Atas permintaaan itu ia pun memperbaiki bangku yang terbuat dari papan dirinya tersebut.
 
"Hampir mau siap bangku itu, tiba-tiba Kades kami datang, sembari bertanya, itu bangku dibuat ada izinnya ya, jawab Amerudin, saya hanya memperbaiki, namanya orang cari makan Pak Kades, masa yang ini saja harus ada izinnya?, terus Kades Az mengatakan, saya ini Kades, kamu melawan saya ya, sambil mengambil parang yang ada yang terletak di tanah, (parang yang saya gunakan kerja sebelumnya, dan mengarahkan ke leher saya, tidak lama parang itu diletakkan ke bawah kembali, dan kadesnya memeluk-meluk, mencium saya sambil dirinya berkata, kan tidak ada yang luka, waktu itu kurang lebih sepuluh menit," urai Amerudin, sambil menirukan apa yang disampaikan Kades Az kepadanya.
 
Lanjutnya, karena dirinya tak terima apa yang terjadi padanya dirinya pun langsung ke polsek Kepenuhan untuk membuat laporan Polisi.
 
"Laporan saya sudah diterima dengan memberitahu saksi-saksi, yakni penjual sate Syaipul, Adis dan Istrinya bernama Ema, namun hingga kini Rabu, (3/1) setelah saya laporkan Jumat, (30/12/2016) dengan nomor STPL /96/XII/2016/Sektor Kepenuhan belum ada tindak lanjut,"kesal Amerudin.
 
"Saya berharap Bapak Kapolres Rohul AKBP Yusup Rahmanto SIK MH, tolong laporan masyarakat yang tak Sekolah ini dilanjutkan sesuai hukum yang berlaku di NKRI,"harapnya yang diiakan beberapa orang keluarganya.
 
Saat hal ini di konfirmasi Kapolres Rohul AKP Yusup Rahmanto SIK MH , melalui Kapolsek Kepenuhan AKP Fatman, Rabu, (4/1/2017), dirinya membenarkan ada menerima laporan salah seorang masyarakat Kepenuhan Timur itu terkait dugaan  oknum Kades di Kepenuhan diduga melakukan Pengancaman.
 
"Itu kemarin, pak Wartawan sudah terlambat informasinya," katanya lagi menjelaskan kasus tersebut sudah diserahkan kepada nini mamak setempat.
 
Lanjut AKP Fatman mengatakan oknum Kades dilaporkan itu mengaku tidak ada mengancam warganya. Dan  berencana melaporkan balik. "Tidak ada masalah, sudah diserahkan kepada nini mamak,"pungkasnya. (R-19/Src)

BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

BERITA SEBELUMNYA