Loading...

GARA-GARA JARING BATU... Perahu Nelayan Meranti Dibakar di Desa Muntai

Ilustrasi

Bengkalis, RIAUAIR.COM - Apa yang dikhawatirkan oleh para nelayan terkait  penggunaan jaring batu beberapa waktu lalu akhirnya benar-benar terjadi.
 
Rabu sore kemati, 7 Desember 2016, sebuah kapal nelayan jaring batu asal Tebing Tinggi Barat kabupaten Kepulauan Meranti dibakar oleh nelayan Rawai Desa Muntai kecamatan Bantan Bengkalis.
 
Aksi pembakarakan ini memang merupakan buntut dari konflik nelayan jaring batu dengan nelayan rawai Muntai. Nelayan rawai Muntai melarang nelayan jaring batu beroperasi di perairan mereka. 
 
"Nelayan Muntai pertama mengamankan kapal nelayan Tebing Tinggi Barat (Meranti), menurut masyarakat setempat nelayan itu menangkap ikan diperairan mereka tidak sesuai ketentuan. Pelaku (nelayan Meranti) diamankan, namun pada sore harinya sempat dilakukan pengrusakan dan pembakaran," jelas Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono, Kamis, 8 Desember 2016.
 
Saat ini, sampaikan Kapolres, sedang dilakukan mediasi penyelesaian permasalah yang terjadi disana. 
 
"Korban tidak ada. Nelayan Meranti itu saat ini diamankan agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi," ucap Hadi seperti dikutip bengkalisone.com.
 
Dari informasi yang dirangkum, Nelayan Meranti tersebut bernama Bakri warga Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. (R14/Boc)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]