Loading...

KISAH PILU... Inilah Karla Jacinto, Jadi Korban Perdagangan Manusia, Diperkosa 43.000 Kali

Karla Jacinto

Guadalajara, RIAUAIR.COM - Sebuah kisah pilu diungkapkan oleh korban perdagangan manusia, Karla Jacinto. Wanita 24 tahun ini mengaku telah diperkosa sebanyak 43.000 kali sejak usia 12 sampai umur 16 tahun.
 
Sebagaimana dikutip Dream dari laman Mirror.co.uk, Minggu 4 Desember 2016, perempuan asal Meksiko ini dipaksa melayani 30 lelaki saban hari.
 
Dia mengaku telah dipersiapkan oleh sindikat perdagangan manusia untuk menjadi budak seks sejak usia 12 tahun. Kala itu, dia hidup dalam keluarga yang berantakan.
 
Saat itu, Karla dibawa ke Guadalajara, salah satu kota terbesar di Meksiko. Di sana, dia dipaksa menjadi pelacur.
 
Dia kemudian diselamatkan pada tahun 2008, dalam sebuah operasi antiperdagangan manusia di Meksiko.
 
Suara Karla
Kini, usianya sudah 24 tahun. Setelah bertahun-tahun melakukan 'penyembuhan' dari trauma, dia kini datang untuk membantu wanita-wanita yang senasib dengannya.
 
Dia kini berkeliling dunia, memberi bantuan dan konseling kepada korban-korban perbudakan seksual.
 
Karla mengaku ingin membangun kesadaran terhadap krisis perdagangan manusia di Meksiko, yang diprediksi --menurut International Organisation for Migration-- menyebabkan 20.000 wanita sebagai korban setiap tahunnya.
 
Laman CNN melaporkan, Karla saat ini bukan hanya bisa bertahan hidup, namun juga bisa berkembang sebagai aktivis hak asasi manusia, yang berbicara menentang perbudakan modern.
 
Disiksa, Ditertawakan
Saat ia menunjukkan foto-fotonya saat usia 12 tahun, Karla mengatakan, "Mereka memukuli saya dengan tongkat, mereka memukul saya dengan kabel, mereka memukul saya dengan rantai."
 
"Mereka memaksa saya menjadi pelacur pada usia 12."
 
"Ada orang-orang yang menertawakan saya karena saya menangis. Saya harus menutup mata saya jadi saya tidak akan melihat apa yang mereka lakukan kepada saya."
 
Karla mengklaim, beberapa penganiayanya adalah lelaki berseragam polisi dan pemuka masyarakat lainnya. " Saya pikir mereka yang menjijikkan," katanya.
 
"Mereka tahu bahwa kami berada di bawah umur-kami bahkan tidak berkembang. Kami memiliki wajah sedih."
 
"Saat ini orang mendengarkan saya," kata Karla. (R-01/Dci)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]