Loading...

KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Suparman dan Johar Firdaus

Jakarta, RiauAir.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Rokan Hulu, Suparman dan mantan Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus, Kamis (4/8). 
 
Johar dan Suparman merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pembahasan Rancangan APBD Perubahan (RAPBDP) Provinsi Riau tahun 2014 atau RAPBD Riau tahun 2015.
 
"Hari ini 4 Agustus 2016 dilakukan perpanjangan tahanan oleh PN yang pertama untuk SUP (Suparman) dan JOH (Johar Firdaus)," kata Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati di Gedung KPK, Jakarta.
 
Yuyuk mengatakan, masa penahanan Johar dan Suparman diperpanjang untuk 30 hari mendatang. Dengan demikian, kedua tersangka itu setidaknya bakal mendekam di sel tahanan hingga 4 September mendatang.
 
"(Masa penahanan) untuk 30 hari ke depan mulai tanggal 6 Agustus 2016 hingga 4 September 2016," katanya.
 
Diketahui, KPK menetapkan Johar Firdaus dan Suparman yang baru dilantik sebagai Bupati Rokan Hulu sebagai tersangka penerima suap terkait pembahasan Rancangan APBD Perubahan (RAPBDP) Provinsi Riau tahun 2014 atau RAPBD Riau tahun 2015, pada 22 April lalu.
 
Johar dan Suparman yang juga mantan anggota DPRD Riau disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
 
Kasus yang menjerat Suparman dan Johar merupakan pengembangan atas kasus yang telah menjerat mantan Gubernur Riau, Anas Maamun, dan mantan Anggota DPRD Riau, Ahmad Kirjauhari. 
 
Seperti halnya Kirjauhari, Suparman dan Johar disangka bersama-sama menerima uang suap atau sekitar Rp 800 juta hingga Rp 900 juta dalam pembahasan RAPBDP Riau 2014 dan 2015. (R-01/BSC)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]