Loading...

Menguak 'Bisnis Lendir' di Kelok Indah XIII Koto Kampar, 'Silakan Masuk Bang Cuma Rp200 Ribu'

Bangkinang, RiauAir.com - Seringkali aktivitas yang menyalahi aturan tetap aman beroperasi karena dibeking atau dilindungi aparat.
 
Demikian juga halnya aktivitas wanita penghibur yang ada di warung remang-remang yang terletak di Kelok Indah Kecamatan XIII Koto Kampar.
 
Mereka mengaku aman beraktivitas karena sudah dibentengi aparat. 
 
"Untuk apa kami takut bang? Warung ini sudah ada pembekingnya. Kalau mau, silakan masuk bang cuma Rp200 ribu," ungkap salah seorang wanita yang dipanggil Ica kepad kami saat melakukan penelusuran, Sabtu (17/7/2016) malam.
 
Seperti dimuat SuaraKampar, Wanita berstatus janda yang hari-harinya menjual diri ke lelaki hidung belang yang berasal dari Tegal Jawa Tengah itu mengaku aparat penegak perda sering mangkal dan meminta tagihan keamanan.
 
"Mereka sering mangkal di situ, main song dengan teman-temannya, jadi hari-hari kami memang seperti ini selalu dimintai uang oleh mereka," jelasnya.
 
Namun saat ditanya siapa saja nama mereka, Ica mengaku tidak satupun yang tahu nama aparat tersebut.
 
"Kita tak tahu siapa namanya, kita kan PSK jadi buat apa kenal dengan mereka, tak ada gunanya juga, duit kita aja yang diporotin," cetusnya lagi sambil membujuk untuk masuk kedalam kamar kecil yang berdindingkan papan itu.
 
Ternyata warung hiburan yang berada di pinggir jalan negara itu selalu terbuka untuk lelaki mata keranjang kapanpun. Malahan malam hari kebesaran umat Islam (malam hari raya Idul Fitri) juga masih terbuka.
 
"Malam takbiran kemarin kami buka kok bang, tapi sistemnya kami buka tutup bang," katanya.
 
Saat wartawan keluar dari warung itu, salah seorang muncikari datang bersama seorang lelaki berbadan tegap. Lelaki itu mengaku seorang anggota TNI. 
 
"Masuklah dik, jangan takut kita ada dekingan kok, tak kan ada orang razia, tak pernah kok Satpol PP razia ke sini, di sinilah yang paling aman," kata sang mucikari.
 
Sang lelaki kemudian mengatakan akan mengamankan polisi pamong praja yang razia. "Tak usah takut bang, jika ada razia saya yang bertanggung jawab. Saya ini tentara lho. Kalau ada yang mengganggu nanti saya turunkan satu kompi," tegas lelaki itu.
 
Para tokoh masyarakat dan aktivis di Kampar sangat menyayangkan aktifitas kafe ilegal itu, karena kekompakan tidak ada sehingga tidak bisa berbuat. Seperti yang diucapkan salah seorang mahasiswa, Syawal. Katanya, kegiatan pelacura  itu memang betul-betul sudah menghancurkan kampung XIII Koto Kampar.
 
"Kita seharusnya bertindak cepat untuk menghapus kotoran itu, Kabupaten Kampar adalah kabupaten Serambi Mekkah, tapi prostitusi malah merajalela. Mana kebijakan pemerintah, penegak perda malah kok menutup mata. Tidak berani sama sekali, jika kapan perlu, seperti Kasat pol PP hendaknya memecat anggota yang bermin api itu," kesal Syawal.
 
Lebih lanjut, sambungnya, tak jarang rumah tangga masyarakat terdekat pecah belah ulah parangai wanita yang mencari nafkah dengan menjual diri. Ada juga lelaki yang beristri juga nekat menikahi pelacur di situ. Dan akhirnya berdampak rumah tangga mereka pecah, dan perceraian suami istri pun terjadi. (R-01/Skc)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]