Loading...

Longsor dan Banjir di Limpuluh Kota, Lintas Riau-Sumbar Terancam Putus

Tanah longsor di KM 135 Jorong Air Putih Sari lamak, Limapuluh Kota. Foto: klik positif.

LIMAPULUH KOTA (RIAUAIR.COM)- Kabupaten Limapuluh Kota siaga satu karena hujan deras melanda wilayah itu, sejak Senin malam hingga Selasa 3 Desember 2019 malam. 

Tujuh kecamatan di Luhak nan Bungsu waspada banjir akibat meluapnya sejumlah aliran sungai.

Selain itu, longsor juga terjadi pada Selasa dan Rabu (3-4/12/2019) lalu di beberapa titik di kawasan tersebut.

Loading...

Kepala Pelaksana BPBD Limapuluh Kota Joni Amir, dilansir dari harian Singgalang, Rabu (4/12/2019) menyebutkan, luapan sejumlah sungai membuat lahan pertanian, jalan raya hingga pemukiman warga tergenang air. Belum terhitung berapa kerugian materil akibat bencana tersebut.

“Dari pantauan kami di lapangan, ada 7 titik genangan air di wilayah kecamatan akibat luapan sungai. Pertama di Nagari Sungai Antuan, Kecamatan Mungka. 

Luapan sungai Batang Manggilang naik ke pemukiman warga,” ujarnya.

Dari pantauan, hingga pukul 18.00 WIB, banjir di Manggilang belum surut disebabkan hujan lebat masih mengguyur kawasan lintas Sumbar-Riau itu. 

BPBD memperkirakan puluhan rumah tergenang dari mata kaki hingga selutut orang dewasa.

Titik kedua air sungai Batang Sinamar menggenangi jalan raya dan lahan pertanian warga di nagari Taram, Kecamatan Harau. 

Sama dengan nagari Manggilang di Pangkalan, tercatat sebagai daerah rawan banjir mengingat kawasan tersebut terbilang rendah dan berada di pinggir batang sungai.

Dilanjutkan Joni, genangan air dilaporkan melanda kawasan padat penduduk di Nagari Sungaiantuan, Kecamatan Mungka. Khusus di Sungaiantuan, genangan air juga menutupi selutut kaki orang dewasa sampai ke dalam kawasan pemukiman penduduk.

“Sungai Antuan, dari laporan ada belasan rumah tergenang. Jalan raya dan lahan pertanian juga terdampak. Tim kami masih siaga di titik-titik lokasi rawan untuk upaya antisipasi, apabila debit air masih tinggi,” tuturnya.

Selain di tiga kecamatan, ada empat titik lokasi pada empat lokasi lainnya yang berstatus siaga bencana. Diantaranya, Kecamatan Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Suliki dan Kapur IX. Sehingga, ada tujuh kecamatan berpotensi bencana banjir apabila intensitas hujan masih terjadi sampai seminggu ke depan.

Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, yang dihubungi terpisah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya bencana alam. Selama ini, Kabupaten Limapuluh Kota kerap dihantui bencana banjir dan longsor, terutama yang bermukim di wilayah perbukitan dan sungai.

“Jika kondisi air sungai terus naik, saya harap warga segera mencari tempat aman. Kami sudah perintahkan BPBD untuk memantau kondisi ini. Kemungkinan bencana longsor di Jalan Sumbar-Riau juga masih terus kami pantau agar tidak memakan korban jiwa,” ucapnya.

Sementara itu, Rabu (4/12) longsor juga terjadi di sekitaran Limapuluh Kota. 

Longsor terjadi di KM 153 Jorong Air Putih Nagari Sari Lamak Kecamatan Harau. 

Akibat peristiwa itu, sebagian badan jalan tertutup material longsor berupa tanah, air, pasir, kerikil, lumpur, dan batu.

"Material tertumpuk sepanjang lebih kurang 12 meter dengan ketinggian lebih kurang 5 meter," terang

Wakapolres Limapuluh Kota, Kompol Abdus Syukur Felani saat melakukan pemantauan ke lokasi, Rabu (4/12).

Tertutupnya sebagian badan jalan membuat pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem buka tutup jalan.

"Buka tutup arus lalu lintas dilakukan personel Polres Limapuluh Kota dan Polsek Harau," katanya.(R04)

 

 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]