Loading...

Sandera Wanita dan Anak Kecil, Polisi Tembak Dua Pelaku Pencuri Sarang Walet Bersenjata Api

Lima pelaku yang diamankan aparat kepolisian. Foto: dumaiposnews

 
UJUNGTANJUNG (RIAUAIR.COM)- Polisi menembak dua terduga pelaku pencurian sarang walet di jalan Bagan siapi-api RT 18, Kepenghuluan Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan.
 
Keduanya ditembak setelah sempat menyandera seorang wanita dan anaknya yang masih kecil dan mencoba menyerang polisi dengan sepucuk senjata api jenis air soft gun. 
 
Keduanya akhirnya dilarikan ke RS Bhayangkara Pekanbaru akibat luka yang dialami pada bagian perut dan betis. 
 
Sementara korban yang sempat disandera berhasil diselamatkan.
 
Dari informasi yang berhasil dihimpun di kepolisian, sebagaimana dilaporkan dumaiposnews, pelaku pencurian diduga sebanayk tujuh orang. Dalam penyergapan yang dilakukan kepolisian, lima orang diantaranya berhasil diamankan. 
 
Kapolres Rokan Hilir, AKBP Muhammad Mustofa Sik Msi melalui Kasubag Humas, AKP Juliandi SH  dikonfirmasi wartawan membenarkan penangkapan kelima pelaku. 
 
Bahkan dua dari  pelaku, yakni Dit alias Ipe kini masih dalam penanganan medis  karena tembakan petugas kepolisian karena sempat menyandera warga. 
 
Juliandi mengatakan, bahwa aksi pencurian dengan pemberatan itu bermula pada Ahad (1/12/2019) sekitar pukul 15.00 Wib. Sebelumnya,  para terduga pelaku berkumpul di sebuah hotel . 
 
Lalu tidak lama kemudian datang orang diduga sebagai bos para terduga pelaku memberikan perlengkapan untuk melakukan pencurian walet, berupa satu pucuk senjata Soft gun dan uang sebesar Rp. 1.500.000 sebagai uang jalan.
 
Selanjutnya, para kawanan pelaku ini pergi menuju ke arah Dumai. Namun dalam perjalanan terduga pelaku melihat ada ruko walet di sekitar jalan Bagan Siapi-api RT 18, Kepenghuluan Melayu Besar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan.
 
Salah seorang pelaku bernama KA menyuruh rekannya turun dari mobil dan masuk kedalam rumah penjaga walet dengan cara mengetuk pintunya. Pada saat pintunya di buka, pelaku KA berkata “Pak Kami mau main walet, Bapak gak kami ganggu , ” kata salah seorang pelaku sambil menunjukan senjata mirip pistol jenis air soft gun  di pinggangnya.
 
Melihat senjata api, istri pemilik rumah hanya bisa pasrah, sambil meminta para pelaku tidak melukai anggota keluarganya. “Jangan ganggu kami ya?'' pinta wanita penghuni rumah walet itu lantas langsung dijawab ''Iya'' buk,'' oleh salah seorang pelaku. 
 
KA, Tup alias Topan, Dit pun mulai masuk dengan cara merusak pintu.
 
Informasi tentang aksi kawanan itu ternyata diketahui oleh warga dan melaporkan peristiwa itu pada Kapos Lantas Simpang Poros Bripka M Said.
 
Dari sana, ketugas kepolisian  melaporkan kejadian tersebut ke personil piket Polsek Rimba Melintang, yakni Brigadir Aan Sinaga dan Brigadir Firdaus serta Bripka M Sianturi.
 
Dengan diiringi oleh masyarakat, petugas piket inu pun pergi ke TKP pencurian sarang walet tersebut yang terletak dijalan lintas Bagan Siapi-api. Pelaku mengetahui bahwa keberadaannya diketahui oleh polisi dan masyarakat sehingga pelaku melarikan diri.
 
Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa masih ada pelaku 2 orang lagi yang berada dirumah Gultom yang terletak bersebelahan dengan ruko lokasi pencurian walet.
 
Tidak lama kemudian, petugas langsung melakukan pengintaian disekitara rumah Gultom tersebut. Namun saat itu diketahui bahwa para pelaku telah menyandera korban Gultom, istri dan kedua anaknya yang masih kecil.
 
Melihat ada petugas kepolisian masuk, salah seorang pelaku langsung mengarahkan diduga senjata api tersebut kearah petugas.
 
Bahkan, saat itu salah seorang pelaku mengarahkan diduga senjata api terhadap Brigadir Aan Sinaga. Dan dalam keaadan terpaksa, maka akhirnya petugas harus mengambil sikap tegas dengan memberikan tembakan terarah kepada kedua pelaku.
 
Disamping itu, lanjut Kasubag Humas lagi pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lain. ” Dua pelaku masih diburu, dan identitasnya sudah kita kantongi, ” terang Juliandi kembali. (R05)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]