Loading...

Jelang Tahun Baru, Tol Pekanbaru-Dumai di Minas Sudah Bisa Dilalui

Pintu tol Pekanbaru Minas sudah selesai dikerjakan dan sedianya sudah bisa dimanfaatkan warga. Namun, saat ini masiu menunggu proses uji coba.

PEKANBARU (RIAUAIR.COM)-  Masyarakat Riau segera bisa menikmati fasilitas jalan tol sebelum akhir tahun 2019 ini. 
 
Pemerintah memperkirakan menjelang akhir tahun, ruas jalan tol Pekanbaru- Dumai sepanjang 9,5 kilometer sudah bisa dimanfaatkan.
 
Report tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto saat ditemui wartawan di gedung DPRD Riau, Selasa (3/12/2019) siang tadi.
 
Dikatakan Dadang,  sesuai target pemerintah pusat, jalan Tol Pekanbaru-Dumai rampung tanggal 28 Desember 2019. 
 
Dengan kondisi fisik pekerjaan hingga saat ini sudah mencapai lebih 60-an persen, diperkirakan sudah ada beberapa ruas yang sudah bisa difungsikan.
 
Dadang sendiri tidak berani berspekulasi, karena sejauh ini, pekerjaan tersebut sepenuhnya menjadi kegiatan pusat. 
 
Namun, untuk seksi I, meliputi Pekanbaru-Minas sepanjang 9.5 kilometer sudah selesai. Adapun untuk Seksi II  Minas-Petapahan sepanjang 24,1 kilometer sudah hampir final, tinggal 2 gelahar lagi.
 
Apakah bisa difungsikan sesuai target, kita doakanlah, karena bagaimana pun ini sejarah bagi kita di Riau.
 
"Kita doakan sajalah agar segera rampung sesuai target," katanya lagi berharap.
 
Secara terpisah beberapa waktu lalu, Sekretaris Perusahan Hutama Karya (HK), M Fauzan mengatakan, bahwa progres pengerjaan proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai yang memiliki panjang mencapai 131,475 kilometer dan terbagi dalam enam ruas pembangunan ini telah mencapai 85 persen.
 
"Makanya nanti kalau sudah seratus persen, kami akan mengajukan uji laik jalan tol ke Dirjen Bina Marga. Kalau sudah memenuhi uji laik, kami akan buka pintu tol di seksi I dulu. Satu pintu tol yang akan dibuka ini panjangnya sekitar 12 kilometer," kata Fauzan saat menjadi pemateri dalam diskusi panel jalan tol dorong pemerataan ekonomi dan mengefisienkan transportasi di Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru.
 
Ia menjelaskan, memang seharusnya pembukaan pintu tol ini bisa dibuka lebih cepat. Namun karena ada beberapa kendala, makanya baru bisa dibuka pada akhir tahun ini.
 
"Diantara kendalanya karena pembebasan lahan di seksi tiga dan empat," ujar Fauzan. 
 
Untuk itu, ia pun meminta masyarakat untuk ikut mendoakan semoga proyek ini lekas tuntas. Pasalnya, kehadiran jalan tol Pekanbaru-Dumai yang menghabiskan dana sebesar Rp16,21 triliun ini diyakini akan membantu pemerataan distribusi logistik, menunjang pembangunan pesisir barat dan mengurangi ketimpangan diantara masyarakat.
 
"Sehingga kami berharap kehadiran tol Pekanbaru-Dumai ini akan mendukung integrasi pesisir barat dan timur dengan menghubungkan HUB regional dan internasional," jelas Fauzan.
 
Seperti diketahui, pekerjaan jalan Tol Pekanbaru-Dumai ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan panjang mencapai 131 kilometer.
 
Pengerjaan ruas jalan ini terbagi dalam enam seksi, masing-masing Seksi I (Pekanbaru-Minas) sepanjang 9,5 kilometer, Seksi II (Minas-Petapahan) sepanjang 24,1 kilometer, Seksi III (Petapahan Kandis Utara) sepanjang 16,9 Kilometer, Seksi IV (Kandis Utara- Duri Selatan) sepanjang 27,5 kilometer, Seksi V (Duri Selatan- Duri Utara) sepanjang 27,27 kilometer serta  terakhir Seksi VI (Duri Utara-Dumai) sepanjang 24,65 kilometer.(CR1)
 
 
 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]