Loading...

Rayakan HUT ke-235, Pekanbaru Menuju The Capital City of Sumatera

Perayaan HUT Kota Pekanbaru ke-235

PEKANBARU, RIAUAIR.COM - Tepat tanggal 23 Juni 2019, Kota Pekanbaru genap berusia 235 tahun. Perjalanan panjang waktu telah mengubah wajah kota ini yang dahulunya bernama Senapelan ini. Seiring waktu berjalan, Senapelan pun berkembang, pelan tapi pasti, dari dusun lalu berkembang menjadi pemukiman yang lebih besar hingga akhirnya tumbah menjadi kota besar seperti sekarang ini.
 
Sebagai catatan, berdasarkan Penetapan Gubernur Sumatera di Medan No 103 tanggal 17 Mei 1956, Kota Pekanbaru dijadikan Daerah Otonomi yang disebut Harminte (kota Baru) sekaligus dijadikan Kota Praja Pekanbaru.
 
Dan pada tahun 1958, Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri RI  mulai menetapkan ibukota Provinsi Riau secara permanen. Sebelumnya Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau ditunjuk sebagai ibu kota propinsi hanya bersifat sementara. Dalam hal ini Menteri Dalam Negeri RI telah mengirim surat kawat kepada Gubernur Riau tanggal 30 Agustus 1958 No. Sekr. 15/15/6.
 
Pekanbaru tak hanya jadi ibukota Provinsi Riau, namun merupakan kota yang menjadi barometer perkembangan Riau. Bahkan kini mempunya peranan penting di sumatera dan juga menjadi jendela bagi negeri ini terhadap negara jiran Singapura dan juga Malaysia.
 
 
Membicarakan capaian kota ini, tentu tak lepas dari peran-peran wali kota yang telah memimpin daerah ini, dengan jumlah capaian dan prestasi, menjadikan kota ini sebagai salah satu kota yang sangat diperhitungkan di Indonesia karena sejumlah keberhasilan yang diraihnya terutama dalam sektor investasi yang membuatnya mampu tumbuh dan berkembang dengan pesat.
 
 
Dalam Rapat Paripurna DPRD dan Apel HUT ke-235 Kota Pekanbaru, Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi menyampaikan beberapa tentang keberhasilan tentang pemerintahan kota Pekanbaru, terutama keberhasilan kota Pekanbaru sebagai kota Investasi, meningkatkannya sistem pelayanan masyarakat, keberhasilan di bidang pembangunan seperti dengan adanya pembangunan kantor pemerintah kota Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya serta pembangunan di bidang lainnya.
 
"Untuk pencapaian target APBD Kota Pekanbaru sebesar Rp2,6 Triliun, hal ini menjadi kerja keras pemerintah kota Pekanbaru untuk pencapaian target APBD tersebut," ujarnya.
 
Selain itu, kota Pekanbaru sebagai ibu kota provinsi Riau tentunya tidak terlepas dari perhatian dan bantuan serta kerjasama Pemerintah Provinsi Riau terutama dalam penanggulangan banjir yang terjadi dikota Pekanbaru Ke depannya.
 
 
Selain itu, Ayat Cahyadi juga menyampaikan berbagai poin penting yang harus jadi perhatian ASN. Arahan tersebut terkait visi dan misi Kota Pekanbaru, yaitu terwujudnya Kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat pendidikan serta kebudayaan Melayu menuju masyarakat yang sejahtera berlandaskan iman dan taqwa. 
 
Hal tersebut sesuai dengan tema yang diusung pada peringatan hari jadi Pekanbaru ke 235 tahun 2019 ini, yakni Pekanbaru The Capital City of Sumatera.
 
Dikatakan Ayat Cahyadi, visi dan misi tersebut telah dituangkan di dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Pekanbaru tahun 2005-2025. 
 
"Dimana visi RPJP ini di masa saya bersama Pak Wali Kota (Dr H Firdaus ST MT-red). Sekarang ini periode kedua 2017-2022," ujar Ayat Cahyadi di hadapan peserta apel.
 
 
Berdasarkan RPJMD Kota Pekanbaru, kata Ayat, visi dan misi saat ini adalah menjadikan Pekanbaru sebagai smart city yang madani, dimana ada beberapa indikator yang harus diperhatikan ASN dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Ini penting agar kegiatan pembangunan dinikmati masyarakat," sebut dia. 
 
Adapun indikator ini adalah masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Untuk mewujudkan hal itu, Ayat menyebut Pemko Pekanbaru telah membangun puskesmas, dan rumah sakit.
 
"Kita juga ada mesjid paripurna di seluruh tingkat kelurahan dan kecamatan. Ini dalam rangka agar masyarakat Pekanbaru sehat rohan"kata Ayat Cahyadi seraya mengatakan, pemerintah juga menjadikan pembangunan pendidikan sebagai prioritas utama.
 
"Kita bangun sekolah, dan tingkatkan kualitas pendidikan sesuai kewajiban daerah, yakni SD dan SMP. Kita Bersinergi dengan swasta agar anak-anak menguasai teknologi dan peradaban," lanjutnya. 
 
Untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan pembangunan, Pemko Pekanbaru merealisasikan dengan enam pilar. Yakni yaitu smart govermance (tata kelola pemerintah yang pintar), smart people (penduduk yang pintar), smart economy (ekonomi yang pintar), smart environment (lingkungan yang pintar), smart living (kehidupan yang pintar), dan smart mobility (mobilitas yang pintar).
 
setidaknya ada tiga hal yang terus dilanjutkan hingga nanti berakhir kepemimpinan Firdaus-Ayat. Yaitu pertama pengaspalan dan hotmix seluruh jalan-jalan yang ada di kecamatan. Kedua melanjutkan jalan lingkar luar melalui tahun jamak 2018-2020. Terakhir, penyelesaian pembangunan kawasan perkantoran Pekanbaru di Kecamatan Tenayan Raya melalui tahun jamak 2018-2020.
 
 
Penanganan kemiskinan berbasis masyarakat terus digalakkan, dengan program PMBR-RW. Berikutnya, pemerintah pusat memberikan dana kelurahan sebesar Rp30 miliar melalui dana alokasi umum untuk 83 keluruhan yang ada.
 
"Saya pesankan kepada camat, lurah, agar dana kelurahan ini digunakan untuk kesejahteraan masyarakat," harap Ayat Cahyadi.
 
Di bidang perdagangan, Pemko Pekanbaru terus mengupayakan untuk melakukan penataan terhadap pedagang kaki lima yang akhir-akhir ini semakin ramai di pinggiran jalan Kota Pekanbaru. Sedangkan dalam bidang investasi, saat ini Kota Pekanbaru menjadi pusat investasi.
 
"Sejak tahun 2012-2018 sudah dibangun 18 gedung di atas 10 lantai, sektor komunikasi tertanam 300 kilometer fyber optic, gedung server, jasa penyimpanan data," bebernya.
 
Ayat Cahyadi juga menyampaikan bersempena hari jadi Kota Pekanbaru ke-235 ini juga bertempatan juga Hari Keluarga Nasional (Hardignas) ke-26. Yang menjadi pesan kita adalah “Cinta Keluarga dan Cinta Terencana”.
 
“Momentum Hardignas ini harus menjadi semangat bagi kita untuk membentengi keluarga kita agar anak-anak kita terhindar dari hal-hal yang negatif dan bangun komunikasi yang baik antara anak dan istri kita walaupun sesibuk apapun kita,” Imbuh Ayat Cahyadi.
 
Sebagai catatan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 16 Juni 2019 lalu. Mulai dari kegiatan Jalan Santai di Kecamatan Tampan, kemudian ada sejumlah kegiatan digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Pekanbaru 2019, seperti Aksi Bersih Sungai Siak pada 20 Juni 2019.
 
Kemudian ajang Dragoan Boat Festival 2019 berlangsung pada 21 hingga 23 juni di Sungai Siak. Ada Wisata Dakwah Okura pada 29 hingga 30 Juni 2019. 
 
Rangkaian HUT juga dilalui dengan Ziarah kubur di komplek Masjid Raya Pekanbaru, Minggu (23/6/2019) pagi. Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berdoa untuk para pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau dikenal dengan sebutan Marhum Pekan. 
 
 
Mereka menaburkan bunga mulai dari pusara Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit. Sebab pusara ini posisinya paling depan dibanding pusara lainnya. Usai ziarah, mereka mengikuti rapat paripurna HUT Pekanbaru di gedung DPRD Kota Pekanbaru. 
 
Kemudian, pada Senin (24/6/2019) Pemko Pekanbaru bersama Forkompimda menggelar upacara bendera di Perkantoran Tenayan Raya. Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi bertindak sebagai Inspektur Upacara. 
 
Selanjutnya, Festival Kuliner digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar Integritas mulai tanggal 28 Juni sampai 30 Juni. Festival kuliner ini berupa taman kopi. Seluruh barista (peracik kopi) di Pekanbaru membuka lapak dagangannya di taman ini. Pengusaha dari Kopi Aceh juga mau bergabung. 
 
Agenda kegiatan berikutnya adalah lomba endurance ride (ketahanan berkuda) pada 29-30 Juni. Kegiatan digelar di area Wisata Dakwah Okura, Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Pesisir.
 
Pada 30 Juni 2019, Pemko Pekanbaru menggelar Pekanbaru Run dengan jarak 2 Km, 3 Km, dan 5 Km, serta 10 Km. Lomba lari 2 Km untuk kategori pelajar. Sedangkan lomba lari 3 Km dan 5 Km khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sedangkan lomba lari jarak 10 Km untuk umum.
 
Puncak acara pada 30 Juni malam. Untuk malam puncak, Pemko Pekanbaru bekerja sama dengan pihak transportasi online, Gojek, mendatangkan artis dari Jakarta. (ADV Pemko Pekanbaru)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]