Loading...

Ini Enam Sektor Pajak Hasilkan PAD Tertinggi Bagi Pemko Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUAIR.COM)- Dari 11 sektor pajak yang dikelola Badan Pendapatan Daerah  (Bapenda) Kota Pekanbaru, enam sektor diantaranya menghasilkan pendapatan yang lumayan memuaskan. Enam sektor itu yakni, BPHTB, pajak restoran, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Pajak Bumi Bangunan (PBB), Pajak Hotel dan Reklame.

Disampaikan Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin melalui Sekretaris Badan, Norpendike Prakarsa, target pendapatan asli daerah (PAD) dari 11 sektor pajak sebesar Rp 800 miliar. Sedangkan target hingga Triwulan II sebesar Rp 157 miliar.

"Rp 164.481.421.055 ini pajak daerah kita. Ditambah denda, Rp 2.484.010.149. Maka PAD kita jadi Rp 196 capaiannya. Target PAD kita, Rp800 miliar. Di Triwulan II kita punya target Rp157 miliar. Capaian hingga 26 April Rp45.464.009.763 miliar," ungkap Norpendike Prakarsa.

Loading...

"Triwulan I Rp152 miliar PAD kita, realisasi 120 miliar lebih, triwulan kedua target PAD 157 miliar. Realisasi Rp46 miliar lebih," sambung Norpendike.

Saat ditanya sektor yang tertinggi dalam menghasilkan pendapatan, dikatakan mantan Camat Pekanbaru Kota ini, ada pada pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Tetap yang menjadi primadona BPHTB. Target kita selama setahun Rp 200 miliar. Realisasi Rp38.763.037.798. Kemudian yang cukup besar realisasinya dan ini membuktikan ekonomi kita tumbuh. Itu di pajak restoran Rp36.161.431.313. Target Rp121.079.882.000," terang Norpendike.

Selain dua sektor pajak diatas, PPJ diketahui menghasilkan pendapatan yang memuaskan hingga 26 April 2019.

"Terbesar ketiga pajak Penerangan Jalan Umum. Ini masih bisa kita tingkatkan lagi, karena selama ini kita belum rekon dengan PLN. Insyaallah hari Kamis kita MoU kepala daerah dengan KPP Pratama, juga rekon dengan PLN. Kamis di Kantor Walikota. Rp34 miliar realisasi, sementara Rp162 target. Untuk PPJ selama ini kita menerima limpahan dari PLN," sebutnya.

Kemudian disusul PBB.
"Keempat PBB. Alhamdulillah capaiannya cukup luar biasa dari tahun lalu ditanggal dan bulan yang sama, yakni Rp15 miliar. Dari target Rp130 miliar. Ini sudah cukup tinggi. Sampai bulan Juni kita kejar kekurangan Rp6 miliar lagi. Kami optimis (terkejar)," ucap Norpendike Prakarsa.

Diketahui, pajak Hotel juga menghasilkan pendapatan yang terbilang besar dibanding objek pajak lainnya, yakni Rp12 miliar, dari target sebesar Rp45 miliar di tahun 2019. Disusul reklame, realisasi sebesar Rp12 miliar.(CR2)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]