Loading...

Potang Mogang di Langgam Berlangsung Meriah

Tradisi menyambut bukan suci Ramadhan dengan menggelar Potang Mogang.

PANGKALAN KERINCI (RIAUAIR.COM) - Ribuan masyarakat Kabupaten Pelalawan umumnya, Kecamatan Langgam khususnya menjadi saksi prosesi adat-adat Balimau Kasai Potang Mongang digelar.

Tak hanya dari kalangan masayarakat biasa, para pejabat tinggi provinsi seperti Gubernur, beserta Kepala Dinas dan Pejabat Daerah baik Bupati Pelalawan HM Harris, Wakil Bupati H Zardewan, Sedakab H T Mukhlis, Raja Pelalawan, Para Asisten Pemerintahan, sejumlah Kepala Dinas,Kepala Badan,Tokoh Adat, Tokoh Agama juga hadir mengikuti prosesi adat mandi balimau kasai.

Adalah H Aprizal, selaku Ketua Panitia Pelaksan Mandi Balimau Kasai Potang Mogang, kepada media ini, (1 Mei 2019) mengatakan bahwa helatan akbar menyambut bulan suci Ramadhan secara rutin digelar di tepian Sungai Kampar yang membelah wilayah Kabupaten Pelalawan yakni di Anjungan Ranah Tanjung Bunga. 

Loading...

Dijelaskan Aprizal yang saat ini tercatat sebagai Anggota DPRD Pelalawan dari Partai Golkar ini, bahwa sebelum prosesi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan upacara Togak Tonggol sebagai pembuka, yang dipimpin oleh Datuk Rajo Bilang Bungsu. dan dilanjutkan makan bejambau.


"Tonggol merupakan sebuah bendera simbol kebesaran suku-suku masyarakat adat di Langgam yang dikibarkan di atas tiang panjang yang berasal dari bambu," jelas Aprizal yang kembali diberi amanah masyarakat untuk kembali duduk di parlemen untuk priode ke dua.


Oleh masyarakat Langgam, sambungnya, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang bernilai penuh kesakralan.Masyarakatnya selalu rutin menggelar tradisi upacara untuk penyucian diri sebelum menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yaitu Mandi Balimau Kasai Potang Mogang.

"Jadi memang, tradisi masyarakat Langgam, Mandi Balimau Kasai Potang Mogang dianggap sebagai upacara sarana penyucian diri lahir maupun batin dan juga sebagai bentuk ucapan rasa syukur dan ungkapan kegembiraan dengan akan segera datangnya bulan Ramadan," ucapnya lagi. 

Seraya menambahkan bahwa ada keyakinan bahwa belimau kasai dapat mengusir berbagai macam penyakit kedengkian yang tertanam dalam hati manusia selama bulan Ramadan.


 Dan tradisi Mandi Balimau Kasai Potang Mogang sendiri telah berlangsung selama ratusan tahun yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakatnya. 

Menurut cerita masyarakat setempat, tradisi ini berawal dari kebiasaan Raja di zaman terdahulu. 

Dalam bahasa setempat, balimau berarti mandi dengan menggunakan air yang dicampur jeruk atau limau. Sedangkan kasai berarti wangi-wangian yang biasanya dipakai masyarakat setempat untuk keramas.

Masih ditempat yang sama, Bupati Pelalawan, H.M Harris yang bergelar Datuk Setia Amanah mengatakan dikalangan masyarakat, kegiatan mandi belimau tersebut diberikan nama Potang Mogang, yang inti dari hajatan tersebut untuk memeriahkan serta bersuka cita memasuki menyambut bulan penuh berkah. 

“Kita berharap masyarakat Kabupaten Pelalawan bisa terus menjaga dan melestarikan adat istiadat tersebut. Disisi lain Pemerintah Daerah telah berkomitmen dan mendukung penuh, agar budaya ini terus dapat di lestariankan,” tutupnya. (R09)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]