Loading...

Warga Inhu-Riau Tewas Tanpa Busana di Kelok 9, ‘Dihabisi’ Mahkluk Halus?

RIAUAIR - Meskipun secara resmi Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis melalui Kapolsek Harau, AKP Harry M.Putra sudah memastikan tidak ada tindak kekerasan terkait kematian Amreh Santoso (37 tahun) warga Kampung Besar Seberang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau, yang ditemukan tak bernyawa mengapung dengan posisi telungkup di aliran Batang Sinipan dengan kondisi tanpa busana.

Namun, misteri kematian pria tukang las ayah satu anak ini, sampai kini masih menjadi pembincangan di tengah-tengah masyarakat Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat.

Fakta yang ditemukan di lokasi tempat korban ditemukan, Rabu (28/3) sekitar pukul 11.30 Wib, oleh tim gabungan Basarnas Limapuluh Kota, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan posisi telungkup dan tak satu helai benang pun melekat ditubuhnya.

Loading...

Korban ditemukan sekitar 1 kilometer dari lokasi atau tempat awal dia dinyatakan hilang saat buang hajat, Senin dinihari (25/3) sekitar pukul 01.00 Wib.

Dari hasil visum luar yang dilakukan tenaga medis Puskesmas Tanjung Pati, Harau, tidak ada tanda-tanda tindak kekerasan maupun bekas luka lebam disekujur tubuh korban.

“Dari hasil visum luar yang dilakukan petugas medis Puskesmas Tanjung Pati, tidak ditemukan bekas luka dan tanda kekerasan ditubuh korban,” ujar Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Haris Hadis melalui Kapolsek Harau, AKP. Harry M. Putra didampingi Kanit Reskrim, Ipda. Noviandri kepada awak media sebagaimana diwartakan dekadepos.com.

Lantas,jika demikian kenyataannya, kenapa jasad korban bisa ditemukan dilokasi aliran sungai yang berjarak sekitar 1 kilometer dari tempat dia dinyatakan hilang. 
Padahal, Batang Sinipan, adalah sebuah anak sungai dengan kondisi berbatu-batu, dimana debit air yang mengalir didalamnya tidaklah begitu dalam. Dan malah, didasar sungai tak ada arus air sedikitpun, kecuali pada tempa-tempat tertentu.

Kalau dicermati dengan akal sehat, sulit rasanya korban Amreh Santoso dapat dinyatakan hanyut dialiran Batang Sinipan tersebut karena debit airnya sangat dangkal dan penuh bebatuan.

Hasil pantauan di sekitar aliran Batang Sinipan, secara kasat mata terlihat jika ada bagian sungai yang berair dan itupun merupakan lubuk-lubuk air. Namun kedalamnya hanya sekitar 1 meter sampai 2 meter dan sangat tidak masuk akal jika korban terperosok ke dalam lubuk-lubuk air tersebut, apalagi sulit menyelamatkan diri.

Logikanya, sangat mustahil rasanya kalau kematian korban diakibatkan karena hanyut di aliran Batang Sinipan tersebut, apalagi lokasi jasad korban ditemukan berjarak 1 kilometer dari lokasi ia dinyatakan hilang.Saat ditemukan jasadnya tidak ada tanda memar akibat benturan atau tindak kekerasan fisik lainnya.

Lebih menimbulkan tanda tanya lagi, kenapa saat korban ditemukan di aliran Batang Sinipan dengan posisi telungkup dalam genangan air tak begitu dalam dan kondisi tanpa busana?

Pertanyaan lainya, benarkah Amreh Susanto ‘dihabisi’ makhluk halus atau ada faktor lain? Entahlah! Yang pasti, sampai saat ini peristiwa kematian Amreh Santoso (37 tahun) warga Kampung Besar Seberang, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Propinsi Riau, yang ditemukan tak bernyawa mengapung dengan posisi telungkup di aliran Batang Sinipan dengan kondisi tanpa busana, memang penuh misteri.

Sepertinya, tidak ada yang menyangka kalau peristiwa kematian korban coba dikaitkan atas dua pesan singkat lewat SMS yang dikirim Amreh Santoso kepada keluarganya. Pesan terakhir itu berbunyi; “Sampaikan kepada keluarga perkuatlah ibadah  dan Duluanlah pulang, saya menyusul dengan kuda putih“, sepertinya dua kalimat yang ditulis dalam pesan singkat SMS tersebut, seakan-akan sebuah isyarat yang seharusnya dapat diarifi pihak keluarga.

Simaklah kutipan isi SMS yang ditulisnya ini “Duluanlah pulang, saya menyusul dengan kuda putih. Agaknya, Amreh Susanto telah memberikan isyarat bahwa dia akan pulang dengan kendaraan berwarna putih dan mungkin maksudnya mobil ambulance yang memang berwarna putih.

Pihak keluarga yang telah mengetahui bahwa korban Amreh Santoso ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa oleh tim gabungan, menolak untuk dilakukan autopsi.

Usai menjalani visum, jenazah Amreh Santoso dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Rengat,  Provinsi Riau untuk dimakamkan di tempat peristirahatannya yang terakhir. Akankah peristiwa kematian Amreh Susanto menjadi sebuah misteri yang sulit diungkap?. Entahlah!. (R03)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]