Loading...

Tarif Bagasi Pesawat Selangit, Omzet Pedagang Oleh-oleh di Pekanbaru Jeblok

Pedagang oleh-oleh penaganan di basemen Pasar Bawah mengeluh sepinya pembeli.

PEKANBARU (RIAUAIR.COM) - Ternyata penerapan bagasi berbayar yang dilakukan oleh sejumlah maskapai penerbangan berdampak di banyak sektor. Bukan hanya pengguna transportasi udara saja, sejumlah toko oleh-oleh di Kota Pekanbaru juga turut merasakan dampaknya. Bahkan omset mereka turun hingga 40 persen.

Hal ini diakui oleh salah satu toko oleh-oleh yang terdampak kebijakan bagasi berbayar ini adalah toko oleh-oleh Khas Pekanbaru Cik Puan, dimana sejak bagasi diterapkan, orang yang berbelanja ke tokonya untuk dibawa sebagai oleh-oleh berkurang drastis.

"Turun. Omset kita langsung anjlok. Ada sekitar 40 persenan lah menurunnya, biasanya, sebelum kebijakan diterapkan, setiap orang yang datang ke toko untuk membeli oleh-oleh pasti untuk ukuran kardus yang besar, tapi sekarang lebih memilih untuk membeli oleh-oleh dengan jumlah yang sedikit," ujar Rini salah seorang pegawai toko oleh-oleh Khas Pekanbaru Cik Puan, Senin (18/2).

Loading...

Menurut Rini lagi, alasan berkurangnya pembeli di toko oleh-oleh ini semua ya karena bagasi berbayar. 

"Karena nanti beli oleh-olehnya hanya sekian, ternyata bayar bagasinya lebih mahal. Itu makanya minat masyarakat untuk membeli oleh-oleh sedikit,"

Untuk itu, Rini berharap, agar kebijakan ini bisa ditinjau ulang. Jika memang harus diberlakukan bagasi berbayar, hendaknya tidak terlalu mahal.

"Kalau Rp7.000 atau Rp8.000 perkilonya masih diterimalah, tapi kalau harganya sampai mahal seperti sekarang ini ya tentu orang tak mau. Udahlah tiket mahal, tambah lagi bagasi harus berbayar. Saran kami ini agar bisa ditinjau ulang," pungkasnya. (R05/pku)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]