Loading...

Setelah Ayah Merantau dan Ibu Meninggal Dunia, Naufal dan 4 Adiknya Hidup Terpisah

PANGKALANKERINCI (RIAUAIR.COM)- Pemerintahan desa Kuala Tolam kecamatan Pelalawan angkat bicara terkait informasi keberadaan Naufal dan empat saudaranya yang hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua. 

Pemerintah Desa Kuala Tolam membenarkan keberadaan Naufal dan adik-adiknya itu. Anak-anak malang tersebut praktis hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya setelah sang ibu meninggal dunia sekitar dua bulan yang lalu. 

Dalam penjelasannya kepada wartawan, sebagaimana dilansir dari riauterkini, kepala desa Kuala Tolam, Rupardi, membenarkan duka lima bersaudara itu. 
Menurut Ripardi,  keluarga yang diberitakan tersebut baru menetap di Kuala Tolam sekitar dua tahun terakhir. 

Loading...

Mereka asalnya dari Jawa dan sudah memiliki rumah di Dusun Pekan Tua Desa Kuala Tolam Kecamatan Pelalawan.  

Keluarga yang terdiri dari 5 orang bersaudara kandung, sementara Ibundanya baru meninggal 2 bulan (belum 40 hari) dan ayahanda mereka sudah setahun pergi kerja ikut kapal Ikan di Tanjung Priok, Jakarta.

Saat ini di rumah yang masih ada anak pertama laki laki bersekolah di SMPN Pekan Tua Desa Kuala Tolam dan anak nomor 4 laki laki belum usia sekolah bersama Nenek dari Ibunda mereka.

Sementara anak ke 2 kelas 5 SD dan ke 3 kelas 1 SD keduanya perempuan tinggal bersama keluarga paman dari Ibunya di desa Labuhan Bilik.

"Sedangkan anak ke 5 si bungsu perempuan bersama Paman dari Ibundanya di SP 1 dusun Pekan Tua Desa Kuala Tolam juga," kata dia.

Sebagaimana diketahui, kata Kades halaman rumah yang sekarang ditempati anak sulung dan anak ke 4 bersama neneknya sudah ditanami sawit yang diharapkan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Diterangkannya lagi, kesemua saudara dari Naufal masih di usia sekolah dan kini semua bersekolah tanpa ada halangan apapun.

Bahkan SMPN 2 Dusun Pekan Tua Desa Kuala Tolam tempat si sulung bersekolah sanggup menyediakan segala fasilitas dan perlengkapan sekolah bagi si Sulung.

"Kesemua 5 anak tercukupi kebutuhan sehari-harinya dan sudah ada keluarga yang mengurus," tegas Kades. 

Namun, karena memang dipelihara oleh keluarga, makanya kini mereka terpisah-pisah. 

Tapi,  sambung Kades, untuk Nenek yang memelihara si sulung dan anak ke 4 juga sudah mendapatkan program PKH yang dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan. 

"Sore ini Dinas Sosial Kabupaten Pelalawan berkunjung ke rumah keluarga tersebut," tutup dia.

Kisah anak-anak malang tersebut diunggah oleh pemilik akun media sosial, Enno Zandra dalam status yang dikirimkannya sekitar 20 jam yang lalu melalui Facebook.

Enno menyebutkan, kisah Naufal, sulung dari lima bersaudara yang harus berjuang bersama empat orang adik-adiknya setelah sang ibu meninggal dan sang ayah yang pergi merantau ke pulau Jawa dan belum diketahui rimbanya. 

Enno mnyebutnya dengan kalimat: “ANDINI YANG TAK TERVIRALKAN”

Sahabat sekalian...
Jauh sebelum kisah Andini Viral sebenarnya masih ada kisah yang lebih memilukan di sebuah dusun di Kabupaten Pelalawan (Pekan tua).
 
Adik adiknya Andini masih beruntung memiliki kakak perempuan yang sudah pasti memiliki naluri keibuan yang tinggi dan andini sendiri masih beruntung hanya memiliki dua orang adik.

Tapi apa yang bisa dilakukan bocah laki-laki ini dia tidak cukup kuat untuk mengasuh keempat adiknya yang masih kecil-kecil, Ibu mereka telah menghadap yang Maha Kuasa beberapa hari sebelum foto ini diambil saat usia si bungsu lebih kurang satu tahun, 

Tidak ada penyakit fisik yang tampak di derita ibunya, tapi bathinnya hanya Allah Yang Kuasa lah yang lebih Tau, 

Sehabis Maghrib lebih kurang satu bulan yang lalu menjadi hari yang paling menyedihkan bagi anak-anak ini, ibunya batuk darah dan langsung.

Meninggal saat itu juga tanpa bisa diselamatkan, padahal jam 5 sorenya dia masih sehat-sehat saja, Dan ayah mereka tidak diketahui keberadaannya sampai saat status ini saya buat, dia meninggalkan mereka saat si bungsu masih berusia beberapa bulan.(R09/riauterkini)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]