Loading...

Ratusan Pekerja PT Dian Bahari Sejati Gelar Aksi SWA Menuntut Haknya

Para pekerja PT Dian Bahari Sejati yang merupakan rekanan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) melakukan Stop Work Authority. Foto: xnewss.

DUMAI (RIAUAIR.COM)- Menuntut hak mereka terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sektor Migas, pekerja PT Dian Bahari Sejati yang merupakan rekanan PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) melakukan Stop Work Authority (SWA) atau memberhentikan pekerjaan karena merasa tidak aman selama bekerja, Senin (3/12/2018) pagi, di halaman Pelabuhan CPI Dumai.

Aksi yang mereka lakukan tidak lain hanya menuntut hak mereka, dimana perusahaan Dian Bahari Sejati tidak membayarkan gaji karyawan sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Provinsi, terhitung sejak Mei 2018.

"Sesuai dengan kenaikan UMP Sektor Migas, terhitung sejak 1 Mei 2018 meningkat sekitar 13% atau sekitar Rp 350 ribu, namun sampai saat ini perusahaan belum membayarkan sesuai ketentuan yang berlaku," ungkap salah seorang pekerja disela-sela menggelar aksi tersebut, Senin (03/12/2018).

Loading...

Dikatakannya, sebagaimana dilansir dari xnewss, untuk aksi ini diikuti sekitar 160 pekerja yang merasa tidak nyaman dengan tidak dibayarnya hak mereka sesuai dengan UMP Sektor Migas dan belum mendapatkan tanggapan dari PT Dian Bahari Sejati.

"Kenapa hanya kita saja yang tidak dibayarkan sesuai dengan ketentuan, sementara perusahaan lainnya telah menerapkan ketentuan tersebut," ungkapnya.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa saat ini para pekerja masih menunggu pihak Perusahaan Dian Bahari Sejati yang  berpusat di Jakarta turun ke Kota Dumai untuk menanggapi permasalahan ini. Bahkan, PT CPI juga mendukung atas tuntutan para pekerja.

"Tidak banyak yang kami minta, hanya hak kami yang tidak dikeluarkan oleh perusahaan sesuai ketentuan yang ada," tutupnya.(R10)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]