Loading...

Mayat Diperairan Bengkalis Adalah Pekerja Indonesia di Malaka

DUMAI (RIAUAIR.COM)- Misteri penemuan sejumlah mayat di perairan Bengkalis dalam beberapa hari terakhir mulai terungkap. 

Mayat-mayat tersebut diduga adalah para pekerja Indonesia di Malaysia yang hendak pulang ke Indoensia. Diduga, mereka menjadi korban kecelakaan kecelakaan laut.

Misteri itu terungkap setelah salah seorang keluarga korban yang menyebutkan anggota keluarganya hilang dalam perjalanan dari Malaka, Malaysia dengan tujuan Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Loading...

Dilansir dari goriau.com, Salah seorang keluarga korban mengatakan, mereka merupakan korban speedboat pancung (speedboat kecil dan pipih) yang karam di Selat Melaka.

Keluarga korban, bernama Anto menyebutkan, jasad perempuan yang dijumpai mengapung di perairan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau itu merupakan adiknya yang bernama Mimi berusia sekitar 32 tahun.

Pria tersebut menghubungi GoRiau.com melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (1/12/2018). Ia mengaku, bahwa adik perempuannya berangkat berdua bersama Ica (6) yang merupakan anak dari Mimi. Mereka  berdua berangkat dari Malaka, Malaysia dengan tujuan pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Indonesia melalui jalur ilegal.

 ''Mimi sudah dikuburkan di Surantiah, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat tadi pagi, namun anaknya yang bernama Ica sampai saat ini belum ada kabar,'' kata Anto yang saat ini berada di Malaysia, Sabtu (1/12/2018).

Dikatakannya, Mimi bersama Ica berangkat ke Indonesia pada Rabu (21/11/2018) pukul 12.00 malam, waktu Malaysia bersama dengan 17 orang lainnya dengan cara ilegal.

''Saya sempat menghubunginya sekitar pukul 10.30 malam waktu Malaysia. Mimi mengatakan dia berangkat dengan menggunakan speed pancung, dimana jumlah penumpangnya sebanyak 19 orang, termasuk mereka berdua,'' katanya kembali.

Dijelaskannya juga, pada Kamis (22/11/2018) pagi, dirinya kembali menghubungi Mimi, namun telepon selulernya tidak aktif, hingga jasadnya dijumpai pada Kamis (29/11/2018).

''Saya sempat mencari informasi kapal tenggelam melalui pihak terkait di Malaka, Malaysia, namun tidak ada informasi mengenai adik saya, yang ada infonya kapal pemancing resmi yang tenggelam,'' katanya menjelaskan.

Dirinya juga berharap kepada instansi terkait di Indonesia, dapat mencari dan menemui jasad anak adiknya tersebut dalam kondisi apapun.

''Saya disini dalam keadaan susah, sehingga tidak bisa pulang ke Indonesia untuk membuat laporan orang hilang. Dan saya sangat berharap polisi Indonesia dan tim SAR dapat mencari anak adik dan penumpang lainnya,'' katanya mengakhiri. (R02/goriau)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]