Loading...

Ini Cara Mencegah Kanker Serviks Pada Wanita

TEMBILAHAN (RIAUAIR.COM)- Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kanker serviks adalah kanker ke-4 yang paling sering dialami oleh kaum perempuan.  WHO juga mengungkapkan bahwa kanker serviks telah menjadi penyebab kematian 270 ribu perempuan di negara-negara berkembang pada tahun 2015.

Menurut data ICO HPV Information Center/Globocan 2012, setiap harinya ditemukan 26 perempuan meninggal karena kanker serviks. Hal ini berarti setiap jamnya, ditemukan 1-2 perempuan meninggal karena penyakit ini. Kanker serviks dapat dialami oleh perempuan mana pun, maka dari itu, sebaiknya Anda waspada dan melakukan pencegahan sejak dini. Bagaimana cara mencegah kanker serviks?

Apakah benar saya bisa mencegah kanker serviks?

Loading...

Meskipun termasuk jenis kanker yang mematikan bagi kaum perempuan, tetapi justru kanker serviks adalah satu–satunya kanker yang bisa dicegah.

Kanker serviks sendiri diakibatkan oleh adanya infeksi virus human papillomavirus (HPV) yang tidak hanya ditularkan melalui hubungan seksual, namun bisa juga lewat kontak kulit ke kulit (skin to skin contact).

Sebenarnya, sebelum menjadi kanker serviks, penyakit ini akan melewat satu tahapan yang disebut dengan tahap pre kanker. Di masa ini, jaringan serviks atau leher rahim memang belum terserang sel-sel kanker, namun jaringan di sekitarnya sudah mulai tumbuh secara abnormal. Bila kondisi ini tidak ditangani, maka akan mudah berubah menjadi kanker serviks. Tahapan ini membutuhkan waktu sekitar 10 tahun atau lebih untuk berkembang menjadi kanker serviks yang mematikan.

Bila Anda terdeteksi masih dalam tahap pre-kanker, maka ada kemungkinan untuk sembuh dan Anda tak perlu membayangkan harus melakukan pengobatan kanker yang menyakitkan. Bahkan, para ahli menyatakan bahwa tahapan pra-kanker ini sendiri bisa diatasi dengan beberapa cara, sehingga peluang untuk terkena kanker serviks akan menjadi sangat rendah.

Bagaimana cara mencegah kanker serviks?

Tentu, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks terjadi, yaitu:

1. Melakukan tes Pap Smear

Pap smear adalah pemeriksaan pertama yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks. Bahkan, biasanya pap smear dapat mendeteksi pre-kanker yang terjadi pada seseorang. Jika Anda sudah pernah berhubungan seksual, maka pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin selama 3 tahun.

Tes ini sebenarnya dilakukan untuk mengetahui untuk mengetahui sedini mungkin ada atau tidaknya ketidaknormalan pada serviks.. Hasil pap smear yang abnormal cukup sering terjadi dan hal ini tak membuat Anda pasti mengalami pra-kanker atau kanker serviks. Bila memang ada hasil yang abnormal, maka Anda akan diminta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Melakukan tes HPV DNA

Hampir sama dengan pap smear, tes HPV DNA juga dilakukan untuk mengecek sel-sel leher rahim dan dilihat apakah terdapat infeksi virus HPV atau tidak. Tes ini akan dilakukan ketika hasil pemeriksaan pap smear tidak normal.

Pemeriksaan HPV ini dianjurkan untuk dilakukan oleh perempuan yang sudah menikah atau sudah pernah berhubungan seks, setiap 5 tahun sekali,

3. Vaksin HPV

Vaksinasi HPV adalah  pencegahan awal  yang bisa Anda lakukan. Vaksin ini telah terbukti dapat mencegah berkembangnya infeksi virus HPV di dalam tubuh. Bahkan, vaksin HPV aman untuk diberikan pada anak-anak yang sudah organ reproduksinya sudah mulai aktif. Maka dari itu, metode pencegahan ini bisa dilakukan oleh anak-anak yang berusia 9-45 tahun bagi perempuan dan mulai usia 9-26 tahun bagi laki-laki.

WHO telah menetapkan vaksin HPV sebagai metode pencegahan primer untuk kanker serviks. Bahkan WHO juga menganjurkan untuk semua negara agar melakukan vaksin HPV ini secara gratis dan dapat dijangkau oleh seluruh warganya.

4. Mencegah pre-kanker

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah pre-kanker adalah:

  Hindari berbagai hal yang dapat menyebabkan Anda tertular virus HPV, seperti melakukan hubungan seksual yang tidak aman serta tidak menjaga kebersihan dan kesehatan vagina.
  Tinggalkan kebiasaan merokok. Bagi perempuan yang berisiko tinggi terinfeksi HPV, merokok akan meningkatkan risiko terbentuknya lesi pra-kanker. Perokok juga biasanya mengalami infeksi serviks yang lebih lama dan lebih sulit disembuhkan dibanding wanita yang tidak merokok.
  Lakukan pola hidup yang sehat, hal ini selalu harus Anda lakukan demi menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayur.
  Menjaga berat badan tetap normal.(CR5)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]