Loading...

Banyak yang Tak Tahu, Ternyata Dulu Riau Punya Mata Uang Sendiri, Ini Buktinya

PEKANBARU (RIAUAIR.COM) - Ada info menarik, ternyata juga Provinsi Riau dahulunya pernah memiliki jenis mata uang sendiri atau khusus di zaman setelah kemerdekaan.

Kepulauan Riau Rupiah disingkat dengan KR RP, ini adalah mata uang Riau tempo "Doeloe". Mata uang Riau tersebut pada zamannya disebut Kepulauan Riau Rupiah atau disingkat KR RP.

Jenis mata uang ini beredar khusus di wilayah Riau pesisir dan Kepualauan Riau pada rentang waktu tahun 1963 hingga 1964.

Loading...

Menurut Sejarahwan Riau, Profesor Suwardi Muhammad Samin, Selasa (30/10), menyampaikan diedarkannya jenis uang tersebut pada tahun 1963 hingga 1964 untuk membuat mata uang di Indonesia jadi lebih berdaulat.

Menurutnya dahulu di daerah Riau dan Kepulauan Riau karena kedekatan daerah dengan Malaya yang saat ini adalah Malaysia dan Singapura, masyarakat menggunakan mata uang Dollar Malaya untuk bertransaksi.

Karena hal tersebut mata uang Indonesia jadi tertinggal oleh masyarakat.

"Pada saat itu saya sempat bermukim di daerah Dabok Singkep Kabupaten Lingga Kepulauan Riau. Saat saya berada disana membeli berbagai kebutuhan menggunakan Dollar Malaya," katanya seperti dilansir Tribun Pekanbaru.

Hal tersebut dilakukan karena berbagai kebutuhan harian dipasok para pedagang yang berasal dari daerah Malaya tersebut.

Kepulauan Riau dan Riau yang dahulunya belum mempunyai sumber produksi untuk kebutuhan harian seperti baju, makanan dan lainnya mau tidak mau masyarakat bertransaksi dengan mata uang tersebut agar dapat harga lebih murah.

Ia mengatakan seingat dirinya saat masa itu nilai tukar 1 Dollar Malaya senilai 8 Rupiah.

Karena ketimpangan nilai tukar tersebut pemerintah Indonesia menerbitkan mata uang KR RP tersebut.

Mata uang KR RP ini senilai dengan mata uang Dollar Malaya waktu itu.

Menurut pria paruh baya tersebut, penggunaan mata uang tersebut tidak berlangsung lama, hanya setahun.

"Akibat kehadiran uang tersebut, distribusi bahan kebutuhan harian distop oleh Malaya, sementara mereka tidak menerima uang jenis KR RP, karena alasan itulah uang jenis tersebut ditarik," kata kakek yang lahir tahun 1930-an tersebut.

Ia menceritakan dahulu dengan 1 KR RP sudah bisa untuk membeli baju bagus. Pengeluaran per bulannya juga hanya mencapai 40 KR RP saja.

"Sempat punya banyak uang juga saya waktu ada mata uang tersebut karena bertransaksi di daerah luar Kepri dan Riau penukaran uang jadi lebih banyak," tuturnya sembari mengenang masa uang jenis tersebut berlaku.

Memastikan bahwa jenis mata uang KR RP, Manager Fungsi Komunikasi bank Indonesia perwakilan Riau, Murdianto mengatakan Riau Daratan yang dahulu masih bergabung dengan Kepulauan Riau pernah ada mata uang khusus yang hanya beredar di daerah tersebut.

"Betul bang, jadi selain uang Rupiah seperti kita kenal sekarang, Indonesia pernah menerbitkan uang rupiah yang beredar khusus di dua wilayah yaitu Irian Barat dan wilayah Kepulauan Riau," ungkapnya.

Penerbitan uang Rupiah khusus itu berdasarkan Penpres nomor 9 tahun 1963 tertanggal 15 Oktober 1963.

Dijelaskan Rupiah edisi khusus di Irian Barat dilambangkan dengan IB RP, sedangkan di Kepulauan Riau dilambangkan KR RP.

Keberadaan uang tersebut di Riau dimaksudkan untuk mengimbangi Malayan Dollar yang menjadi mata uang transaksi utama sebagian besar masyarakat Riau waktu itu.

Selain itu juga adanya mata uang tersebut untuk menggeser Malayan Dollar yang marak dipakai masyarakat saat itu.

Dituturkan Nilai KR RP 1 sama dengan Rp 14,70 pada saat itu.

Uang KR RP terdiri dari uang kertas dengan nominal pecahan KR RP 5, KR RP10 dan KR RP 100. Sedangkan pecahan logam ada KR RP 1, KR RP 5, KR RP 10, KR RP 25, dan 50 sen. (R03)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]