Loading...

Sekdaprov Riau Bilang Tunda Salur DBH oleh Pusat Jadi 'Penyakit' Besar Penyebab Defisit

PEKANBARU (RIAUAIR.COM) - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi dengan lantang manyebutkan, 'penyakit' terbesar yang terjadi saat ini penyebab terjadinya defisit anggaran adalah tunda salur Dana  Bagi Hasil (DBH) Migas.

"Kalaulah hal itu terealisasi, akan bisa mengatasi atau menyelesaikan persoalan yang ada," kata Sekda, Kamis (11/10/2018) saat dikonfirmasi setelah mengikuti rapat Paripurna DPRD Riau.

Dia mengulangnya, bahwa satu saja 'penyakit' terbesar yaitu tunda salur DBH, penyebab terjadi defisit.

Loading...

"Ini bukan hanya dialami oleh Riau, tapi hampir seluruh provinsi yang mendapatksn DBH. Kepri salah satu contohnya, mereka defisit sekitar Rp500 miliar," kata dia. 

Lebih jauh disampaikan, tinggal lagi bagaimana berjuang ke pusat agar tunda salur ini dibayarkan sekarang.

"Berharap dalam waktu dekat ini disalurkan sehingga bisa mengatasi persoalan defisit yang terjadi saat ini," kata dia.

Sementara itu diakui juga oleh Sekda, dalam kondisi seperti ini, dalam hidup bernegara tentu tidak bisa pula melawan pemerintah.

Selaku daerah bawahan, lanjut dia, tentu pula harus mengikuti apa yang digariskan oleh aturan pemerintah pusat.

"Jadi ini juga harus dipahami oleh semua pihak," dia mengakhiri. (R07/Mcr)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]