Loading...

Kejar-kejaran di Pulau Halang, Polisi Tembak Pencuri Hasil Laut, 1 Tewas, Dua Kritis

BAGANSIAPIAPI (RIAUAIR.COM)- Aksi kejar-kejaran antara personel Sat Polair Polres Rokan Hilir, Riau, dengan para pencuri hasil laut jenis kerang atau prakti illegal fishing di perairan Pulau Panipahan, Kecamatan Palika, dengan perairan Pulau Halang di Kecamatan Kubu, Ahad (9/9/2018) sekira pukul 22.40 WIB, berlangsung tragis dan memakan korban jiwa.

Seorang pelaku dikabarkan meninggal dunia, dan dua orang pelaku lainnya dinyatakan kritis, lantaran terkena proyektil petugas saat Tim Satuan Polisi Perairan Polres Rokan Hilir, melakukan penghadangan kapal laut para pelaku illegal fishing asal Pematang Baru Dusun II, Kepulauan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto, SIK sebagaimana dilansir riaumandiri.co membenarkan adanya penindakan hukum yang dilakukan Sat Polair Polres Rohil, atas dugaan pencurian hasil laut jenis kerang di wilayah perairan Pulau Panipahan Kecamatan Palika dengan perairan Pulau Halang di Kecamatan Kubu tersebut.

Loading...

Disebutkan Sigit, ketiga pelaku yang terkena tembakan petugas tersebut dilakukan personel Sat Polair Polres Rokan Hilir, lantaran saat petugas melakukan penghadangan, para pelaku terlihat panik dan mencoba melakukan perlawanan.

"Akibanya, para pelaku berupaya untuk melawan petugas Sat Polair Polres Rokan Hilir dengan menabrak kapal laut yang ditumpangi Tim Polair Polres Rohil, yang saat itu juga sedang menggunakan kapal nelayan milik masyarakat warga Pulau Panipahan, lantaran kapal laut patroli milik Polair Polres Rohil kurang memadai mengejar kapal para pelaku yang cukup besar yang diperkirakan 7 kapal laut," terang Sigit.

Meski begitu lanjut Sigit, Tim Sat Polair Polres Rokan Hilir, sempat membawa pelaku kena tembakan ke Puskesmas terdekat, sedangkan pelaku yang meninggal dunia dibawa ke rumah duka di Sumatra Utara.

"Sedangkan 7 pelaku lainnya dan sebuah kapal kerang milik Omsi (39 tahun) sekaligus pengusaha nelayan, warga Jalan Kereta Api Kl.II Kep. Kota Tanjung Balai Kec. Teluk Nibung Kab. Asahan Prov. Sumut bersama barang bukti kerang sebanyak 50 karung masih diamankan di Markas Sat Polair Polres Rohil, guna dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," pungkas Kapolres.
 
Sigit juga menyebutkan sebelum para pelaku diamankan Tim Sat Polair Polres Rohil, Tim mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya kapal nelayan dari Sumatera Utara sebanyak 7 kapal yang diduga mencuri hasil laut berupa kerang di wilayah perairan Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Kemudian personel Sat Polair melakukan pengejaran terhadap kapal para pelaku. Dikarenakan kapal Sat Polair tidak memungkinkan untuk melakukan pengejaran, personel Sat Polair meminjam kapal masyarakat yang lebih besar untuk melakukan pengejaran.

Setibanya di perairan sekitar Pulau Halang, personel Satpolair melakukan penghadangan terhadap kapal dan melakukan tembakan peringatan ke atas, namun tidak dihiraukan oleh para pelaku.

Selanjutnya, kapal para pelaku berupaya menabrak kapal Sat Polair, hingga akhirnya dilakukan tindakan tegas dengan menembak ke arah kapal para pelaku.

Tembakan mengenai badan kapal dan mengenai 3 orang pelaku. Satu orang diduga pelaku dinyatakan MD (meninggal dunia), karena luka tembak di dada, 2 orang luka tembak di kepala dan pinggul. Kemudian kapal pelaku melarikan diri ke wilayah Panipahan.

Menurut Sigit, selama ini sudah sangat sering kapal nelayan dari luar wilayah Kabupaten Rohil banyak masuk ke perairan Rohil untuk melakukan pencurian ikan dan hasil laut lainnya. Hal ini sangat meresahkan masyarakat/nelayan Rohil dan sekitarnya, lantaran hasil laut jenis kerang kerap dicuri dan dimasuki kapal nelayan asal Asahan, Sumater Utara.

Adapun 11 pelaku yang sudah diamankan oleh Tim Sat Polair Polres Rokan Hilir saat penyergapan, antara lain berinisial TM alias Tumanggor (MD) luka tembak di dada, Agus (kritis) Luka tembak bagian kepala sebelah kanan dan Iwan luka tembak bagian pinggul sebelah kanan.

Kemudian Sumiran alias Sumpel (41) tahun, Izil alias Geleng (34), NS alias Putra (23) tahun, Zul alias Ikip (24), Hery, Herman alias Eman (25) tahun, Karlan alias Alan, Safrudin alias Udin (45) tahun, yang seluruh pelaku berasal dari Pematang Baru Dsn. II Kep. Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kabupaten Asahan, Sumut. 

Sebelumnya, sebagaiman dilansir dari antara, aksi kejar kejaran di laut sempat terjadi antara  nelayan dan pihak diduga pelaku perompak. 

"Analisis awal dari kami, pelaku adalah perompak. Namun, untuk selanjutnya masih diselidiki dan kasus ini sekarang ditangani oleh kepolisian setempat," kata Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (E) Yosef Aldino ketika dihubungi di Dumai, Senin (10/9/2018).

Kejadian tersebut di perairan Pulau Halang, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, pada Minggu 9 September malam, sekitar pukul 22.40 WIB.

Korban meninggal dunia bernama Manggor, sedangkan korban luka antara lain bernama Agus dan Iwan. Korban Agus menderita luka tembak di kepala sebelah kanan, sedangkan Iwan tertembak di pinggul sebelah kanannya.

Kejadian itu bermula ketika kapal yang digunakan korban mencari kerang di perairan Pulau Halang. Kapal yang dikemudikan oleh Sumiran alias Sumpel tiba-tiba dihadang oleh sebuah kapal tidak dikenal yang mencegat pas di depan haluan.

Sumpel berhasil memutar haluan kapal ke arah sebelah kiri untuk menghindari tabrakan dengan kapal yang diduga milik perompak itu.

Menurut keterangan saksi, sejumlah orang di kapal asing tersebut memerintahkan Sumpel untuk berhenti sambil melepaskan tembakan dari senjata api berkali-kali.

Karena merasa takut, Sumpel makin memacu kapalnya untuk menyelamatkan diri. Ia memegang kemudi kapal sambil tiarap, karena kapal diduga perompak terus mengejar dan terus menembaki mereka.

Ketika sudah bisa kabur dari kejaran perompak, ia kemudian mengecek awak kapalnya dan menemukan ada tiga orang yang terkena tembakan.

Sumpel kemudian mengarahkan kapal ke daerah Panipahan dan mendapat pertolongan di Pos Polisi Panipahan pada Senin dini hari sekitar pukul 02.15 WIB.

Namun, satu korban atas nama Manggor tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia akibat luka tembak.

"Tidak mungkin ini ada kejadian tanpa ada penyebabnya. Karena itu kami akan melakukan patroli mencegah ada tindakan balasan," kata Danlanud Dumai seperti dilansir Antara. (R15)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]