Loading...

TABRAK MAUT...Pulang Mengajar, Ibu Guru Dwi Dilindas Truk Ugal-Ugalan di KM 12

Korban, Raden Roro Dwi Suci meninggal dunia di jalan, sementara sopir yang menabraknya melarikan diri. Sumber Foto: Tribun Pekanbaru.

SIAK (RIAUSKY.COM)- Sungguh miris nasib Roro Dwi Suci (30). Dia meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan, remuk dilindas truk tronton. 

Padahal, saat itu, dia baru saja menunaikan tugas sucinya mendidik di SMK Negeri 1 Minas.

Ibu Guru Raden Roro Dwi Ramadhani dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Kilometer 12 Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang setelah sepeda motor honda Beat BM 6540 YR  yang dia gunakan disenggol oleh truk tronton dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

Loading...

Ironisnya, sopir yang menabrak guru malang ini juga langsung melarikan diri dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian hingga saat ini. 

Dilaporkan, siang itu, Raden Roro Dwi Suci saat kejadian sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Jalan Ceras Griya Harmoni Blok A, Perawang Barat, Tualang.

Saat itu, dalam posisi jalur jalan lengang dan searah di KM 12 lintas Perawang-Minas, Roro Dwi berniat mendahului  truk tronton yang ada di depannya. 

Disusul truk tangki yang berada di belakangnya yang juga hendak mendahului. 

Namun, saat Roro Dwi melintas, tiba-tiba truk tronton juga ikut geser ke kanan tepat mengenai motor Beat yang digunakan hingga dia terpelanting dan tergilas kendaraan besar tersebut. 

Belum diketahui persis, truk mana yang melindas. Namun, dari keterangan yang diproleh, sebelum terjatuh, motor yang digunakan korban tersenggol truk tronton hingga jatuh ke aspal. 

Pasca kejadian, kedua truk yang jalan beriringan dengan Dwi dilaporkan juga melarikan diri meninggal korban terkapar di badan jalan bersimbah darah. 

Kejadian itu membuat warga Perawang, bahkan kabupaten Siak merasa prihatin. Warga menilai sopir truk itu terkesan ugal-ugalan.

Dari kronologis kejadian, warga menilai korban tidak salah.

Apalagi kedua sopir truk melarikan diri setelah menabrak dan melindas pengendara motor.

Hingga sekarang, kedua sopir truk beserta truknya sendiri belum diketahui identitasnya.

"Kalau sopirmya tidak salah kenapa mereka melarikan diri. Jelas ibu guru SMK itu sedang mendahului, harusnya kan sopir melihatnya," kata Jupri, warga Perawang kala menceritakan kejadian itu, Minggu (9/9/2018).

Banyak yang menyayangkan kelakuan sopir truk akhir-akhirnya ini yang suka ugal-ugalan.

Padahal jalan Siak -Perawang-Minas adalah jalan umum.

Warga meminta polisi bertindak tegas kepada sopir truk yang ugal-ugalan tersebut.

"Kami berharap pak polisi menangkap kedua sopir dan menindak setiap sopir yang mengendarai truknya secara ugal-ugalan di jalan umum. Karena kami sudah muak dengan banyaknya kecelakaan," kata dia seperti dilansir dari tribun Pekanbaru.

Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui AKP Agustinus Candra Pietama mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 
Kamis (6/9/2018) pukul 17.00 WIB.

Kedua sopir truk melarikan diri dan tidak diketahui identitasnya.

"Namun kami masih melakukan penyelidikan," kata dia.

Adapun kendaraan yang terlibat berupa mobil truk tangki yang tidak diketahui identitasnya atau melarikan diri, mobil truk tronton yang juga tidak diketahui identitasnya atau melarikan diri dan sepeda motor honda Beat BM 6540 YR.

"Pengendara sepeda motor Raden Roro Dwi Suci Ramadhani meninggal dunia akibat kecelakaan itu," kata dia.(R03)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]