Loading...

NGEBUT, Bus PMH Terbalik di Perawang, Satu Orang Tewas, Tiga Luka Parah

Bus PMH terguling di Jalan lintas Perawang di daerah Cerak. Seorang meninggal sedang tiga lainnya luka-luka.

MINAS (RIAUAIR.COM)- Diduga dalam kondisi ngebut dan mengalami pecah ban, bus PMH bernomor polisi BK7592 LT terbalik di Jalan Ceras, Kampung Perawang Barat, Sabtu (8/9/2018) siang.

Satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka-luka parah.

Warga yang melihat peristiwa ini berusaha memberikan pertolongan. Mengingat banyak dari penumpang bus yang sarat penumpang itu yang terjepit dan terhempas saat bus terguling.

Loading...

Disebutkan sejumlah warga, saat kejadian, mereka dikejutkan dengan suara keras bus yang meliuk dan tumbang.

Saat kejadian, bus tersebut sedang melaju kencang di tikungan menanjak. Tiba-tiba, ban bus pecah sehingga kendaraan berbadan besar itu langsung oleng dan terbalik. 

Dari keterangan penumpang, juga disebutkan kalau mereka sempat kaget karena tiba-tiba sopir memacu kendaraan di tikungan hingga terbalik.

"Kami terkejut sopirnya memacu bus, padahal jalan menikung dan tanjakan, sehingga bus tersebut pecah ban," kata Situmeang.

Sejumlah penumpang terlihat panik dan berusaha menyelamatkan diri dari bus yang terguling. Satu orang penumpang dilaporkan meninggal di tempat,  sedangkan beberapa penumpang lainnya mengalami luka-luka.

"Ngeri melihatnya. Entah kenapa masih saja sopir ugal-ugalan, padahal banyak penumpang," kata dia seperti dilansir dari tribun pekanbaru.

Informasi yang dihimpun dari Satlantas Polres Siak, bus PMH jenis Mercedes Benz BK 7592 LT itu awalnya datang dari arah Jalan Ceras hendak menuju Simpang Delapan Jalan Pemda Perawang dengan kecepatan tinggi.

Sesampainya di TKP pada saat jalan tikungan dan tanjakan bus itu mengalami pecah ban belakang sebelah kiri.

"Kemudian sopir bus mengalami hilang kendali dan terbalik," kata Kasat Lantas Polres Siak, AKP Agustinus Candra Pietama, Ahad (9/9/2018).

Akibat kejadian itu, sopir bus bernama Andia Purba ketakutan dan melarikan diri hingga sekarang.

Padahal, 1 penumpangnya Supri Manik, warga Torobaja kabupaten Kuantan Singingi, meninggal dunia.

Sedangkan penumpang lainnya yang mengalami luka -luka diketahui bernama Firmanto Sihole, warga Perawang Barat, Benedikta Sitohang, warga Perawang Barat, Respon Ernando Siahaan, warga Dayun. Kecelakaan tinggal tersebut mengalami kerugian materi Rp 10 juta.(R05/tp)


 



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]