Loading...

AIH...AMIT-AMIT...Usai Menjambret di 20 Lokasi, Pasangan Kriminal Ini Dibekuk 'Ngamar' di Hotel

Pasangan jambret yang ditangkap aparat kepolisian.

PEKANBARU (RIAUAIR.COM)- Sepekan Diburu usai melakukan aksi penjambretan terhadap seorang ibu rumah tangga, Santai Oktavia di Jalan Satpa Taruna, Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya pada 17 Agustus silam, pelarian dua sekawan Fhadilah Ahmad dan Bobby Pratama akhirnya selesai. 

Duet jambret yang telah melakuan aksinya di 20 lokasi di Pekanbaru tersebut berhasil terlacak dan terciduk oleh tim Opsnal Polsek Bukit Raya saat sedang berada di salah satu hotel di Jalan Sudirman, Jum'at (24/08/18) malam lalu.

Menurut Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, kedua tersangka mengakui jika aksi jambret tersebut mereka lakukan di 20 TKP. 

Loading...

Seluruh lokasi kejahatan para tersangka itu berada di wilayah Pekanbaru. 

"Tersangka mengaku sudah melakukan aksi yang sama di 20 TKP. Ada yang berada di wilayah Kecamatan Bukit Raya, Tenayan Raya, Pekanbaru Kota dan Kecamatan Lima Puluh. Modusnya membuntuti korban dari arah belakang saat mengendarai sepeda motor," ujarnya kepada riauterkini.com, Senin (03/09/18). 

Dia menjelaskan, ulah para tersangka sering pula membuat korbannya mengalami luka-luka. Bagaimana tidak, korban kerap terjatuh dari sepeda motor saat mempertahankan tas berisi barang-barang berharga yang dijambret tersangka. Hal itu dialami juga oleh Santai Oktavia. Kala itu ia bersama buah hatinya yang baru berusia 1 tahun 8 bulan mengalami luka karena jatuh dari motor ketika menjadi korban penjambretan tersangka. Beruntung, korban dan anaknya selamat meski luka-luka. 

Sementara itu, selain menangkap dua tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti 4 unit handphone berbagai merk hasil dari menjambret, satu unit motor Beat yang digunakan ketika menjambret, 2 jam tangan dan beberapa helai pakaian yang dibeli dari hasil menjambret. 

"Kedua tersangka akan kita kenakan Pasal 365 tentang Pencurian Disertai Dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," tutupnya.(R04/rtc)



[Ikuti Terus RiauAir Melalui Sosial Media]