Bertemu Direksi BRK, Pemkab Rohul Berencana Tambah Saham di Bank Riau Kepri

Irvandi Gustari

Irvandi Gustari

Pekanbaru, RIAUAIR.COM-  Permasalahan pemindahan kas daerah Pemkab Rokan Hulu dari Bank Riau Kepri ke Bank Rakyat Indonesia, juga menjadi pembahasan khusus dalam rapat yang dilakukan Sekdaprov Riau dan Bank Riau Kepri.

Dalam pertemuan tersebut, juga disebutkan persoalan tersebut sudah diselesaikan dan sudah ada titik temu.

Pada kesempatan itu, Direksi Bank Riau Kepri juga melaporkan kepada Sekdaprov bahwa komunikasi selalu berjalan baik dengan Bupati Rohul Suparman.

Dalam pertemuan yang dilaksanakan  2 Agustus 2017 Rabu lalu, dimana  BRK melalui Direktur Operasional Denny Mulia Akbar dan Pimpinan Divisi MSDM Yuharman telah menjumpai Bupati Rohul dan pertemuan berjalan dengan hangat.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Bupati bahkan menginfokan segera akan menambah saham di BRK, sebab saham Pemkab Rohul di BRK, masih relatif kecil di BRK yaitu  masih di bawah 1% atau tepatnya 0,78%.  

Bahkan pihak Bupati Rohul berniat nantinya dilakukan koordinasi dan komunikasi yang efektif, juga akan menjalin kerjasama lagi dengan BRK.
 
Dalam kesempatan yang sama, Irvandi juga menjelaskan bahwa ROE (return on equity)  BRK yang berkisar 19- 23% setiap tahunnya, memang menjadi daya tarik bagi pemegang saham dari Pemrop Riau dan Pemprop Kepri serta 19 Pemko/ Pemkab yang ada di Riau dan Kepri untuk segera menambah sahamnya di BRK.  

Hal itu disampaikan oleh sejumlah Bupati dan Walikota pada saat RUPS tahunan dan RUPS LB pada 3 Maret  2017 yang lalu untuk niat mereka menambah modal di BRK.

Dijelaskan oleh Irvandi bahwa saat ini komposisi Dana Pemda di BRK sudah semakin mengecil dan berkisar 24% per 3 Agustus yang lalu. 

Saat ini jumlah Dana Pihak Ketiga BRK berjumlah Rp, 19,3 Triliun dan jumlah dana Pemda ( se Riau dan Kepri) berjumlah Rp. 4,3 Triliun.  

Dari Rp 4,3 Triliun tersebut didominasi oleh dana milik Pemprop Riau.  Saat ini pemegang saham terbesar BRK adalah Pemrop Riau 39% dan  urutan kedua dan ketiga adalah Pemkab Bengkalis 12% dan selanjutnya Pemkab Kampar 11%. Dana Pihak Ketiga (DPK) di BRK saat ini memang sudah didominasi oleh dana non pemda yaitu sebesar 74%. 

Untuk kinerja sampai akhir Juni 2017 ini , walaupun perekonomian Riau lagi belum stabil yaitu tumbuh 2,8% dan tingkat pertumbuhan ekonomi Kepri 2,02%,  maka BRK tetap bekerja mengacu kepada acuan target pada tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,2%, berkat sinergi semua pihak di BRK, maka per 31 Juni atau kinerja semester 1 2017, laba BRK meraih 107% dari target untuk semester 1 tersebut yaitu Rp. 308 Milliar.

Untuk pengakuan pihak eksternal diakui sudah semakin meningkat dan termasuk untuk tingkat nasional, dimana untuk Cabang Jakarta yang baru diresmikan pada April 2017 lalu atau 4,5 bulan lalu, sudah mencapai assetnya sebesar Rp.1,5 trilliun, dan sudah berlaba sekitar Rp. 1,3 Milliar.  

Ini merupakan bukti di Jakarta pun  BRK sudah diakui keberadaannya dan dipercaya.

Kepercayaan itu  juga didukung dengan adanya sejumlah award yang diterima BRK. Pada akhir than 2016, BRK mendapat Award sebagai 

“ The Truts Company” di Indonesia. Penghargaan itu diterima hanya 25 perusahaan terbaaik di Indonesia antara lain Bank Mandiri, BNI, Pertamina, PLN, PGN dan  dari 27 BPD yang ada di Indonesia , hanya 3 BPD yang masuk dalam kelompok 25 terpercaya tersebut, yaitu BRK, BJB dan Bank DKI.  

Dari segi servis juga telah mengalami kemajuan yang pesat, dan dari survey MRI untuk tahun 2016 dan Awardnya diserahkan pada Februari 2017 lalu, maka BRK telah meraih posisi rangking 2 Nasional setelah Bank Jatim.  Untuk sampai Juli 2017 ini BRK telah meraih award nasional sebanyak 20 Award. 

Pada tanggal 10 Agustus nanti dari Majalah Infobank akan memberikan Award lagi kepada BRK sebagai Bank kategori Kinerja Keuangan Sangat Baik selama 10 tahun berturut-turut.(R-04)